Showing posts with label KARYA TULIS ILMIAH. Show all posts
Showing posts with label KARYA TULIS ILMIAH. Show all posts

Thursday, June 5, 2014

Cara Menulis Makalah Yang Baik Dan Benar

Cara Menulis Makalah Yang Baik Dan Benar

Berikut ini adalah tatacara penulisan makalah yang baik dan benar, silahkan dibaca dengan seksama sebagai bahan referensi belajar cara menulis makalah yang baik dan benar.
TATA CARA PENULISAN MAKALAH / TUGAS AKHIR SEMESTER
Dibawah ini kami jabarkan cara menulis makalah yang baik. semoga postingan cara menulis makalah yang baik ini bisa berguna dan dipakai sebagai referensi belajar kita semua.
FORMAT
§  Jumlah kata (word count) : 4.000 – 5.000 ; atau 10 – 12 halaman
§  Ukuran kertas A4
§  Tidak perlu dijilid dan tidak perlu diberi mika. Cukup dijepret di sebelah kiri. Sampul mencantumkan: judul Tugas Akhir Semester Akuntansi Sektor Publik, Nama dan NIM (jika kelompok, urutan NIM dicantumkan ascending).
§  Pilihan font: Times New Roman (12), Palatino Linotype (11), Arial (11)
§  Mencantumkan nomor halaman di bagian bawah , center
§  Margin kanan, kiri, atas dan bawah menggunakan ukuran default atau standar
§  Spasi: 1,5, plihan alignment: kiri, atau justified
§  Paragraf menjorok ke dalam, dengan jarak spasi 1,5 dengan paragraf sebelumnya
§  Surat pernyataan bahwa makalah yang dibuat adalah bukan plagiat dan hasil karya sendiri (ditandatangani dan diberi nama lengkap dan NIM)
SISTEMATIKA PENULISAN
Sistematika penulisan makalah adalah sebagai berikut:
Pendahuluan
Pada bagian ini dikemukakan latar belakang (mengapa topik tersebut perlu ditulis), rumusan masalah, tujuan dan manfaat tulisan Anda bagi pembaca.
Pembahasan /  Analisis
Bahasan dan analisis adalah murni bahasa dari Anda.
Segala bentuk sumber / referensi wajib dicantumkan di 2 (dua) bagian makalah, yaitu: bagian yang dikutip di bab Pembahasan, dan bab Daftar Referensi
Simpulan dan Saran
Bagian ini mencakup simpulan, serta saran, dan mengungkapkan secara jelas kepada siapa saran tersebut ditujukan
Daftar Referensi
Bagian ini memuat sumber referensi untuk penulisan makalah, baik dari buku, majalah, artikel ilmiah, dan website.
Tata cara penulisan daftar referensi:
  1. a.    Dari Buku oleh Satu Pengarang
Bambang Riyanto.1984. Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan. Edisi Kedua. Yogyakarta: Yayasan Badan Penerbit Gajah Mada.
b. Dari Buku oleh Dua Pengarang
Cohen, Morris R, dan Ernest Nagel. 1939. An Introduction to Logic and Scientific Method. New York: Harcourt, Brace & Co.
c.  Dari Buku oleh Tiga Pengarang atau Lebih
Sukanto, R., et al. 1980. Business Forecasting, Yogyakarta: Bagian Penerbitan Fakultas Ekonomi UGM.
d.  Dari Buku oleh Pengarang yang Sama
Van Horne, James C. 1986. Financial Management and Policy, Ninth Edition,  New Jersey: Prentice-Hall International Editions.
_______, 1990. Fundamentals of Financial Management, Sixth Edition, New Jersey: Prentice-Hall Inc.
e.  Dari Buku tanpa pengarang
Author’s Guide. 1975. Englewood Cliffs:  Prentice-Hall.
Undang-Undang RI No. 7 tahun 1992 tentang Perbankan, Penerbit Handayani, 1992.
f.  Buku oleh Lembaga, Pemerintah dan Organisasi Lain
R.I., Majelis Musyawarah Rakyat Sementara. 1966.  Hasil-hasil Sidang Umum ke IV Tahun 1966, Jakarta: Departemen Penerangan R.I.
g.  Surat Kabar
Artikel tanpa nama penulis
Kompas  (Jakarta), 28 Pebruari 1995
Artikel dengan judul dan nama penulis
Allen, Maury. “A Grwowing  Union,” New York Post.  March 20, 1998. P. 4.
Artikel dengan judul tetapi tanpa penulis
“Terpuruknya Dunia Bisnis Perbankan”,  Jawa Pos, 30 September 1998.  hal. 3.

h.  Jurnal, Buletin, Majalah dan Penerbitan Berkala
Irlan Soejono dan A.T. Birowo. 1976. “Distribusi Pendapatan di Pedesaan Padi Sawah di Jawa Tengah”, Prisma, 1, hal. 26-32
Snitzler, James R. 1958.  “How Wholesalers Can Cut Delivery Costs”, Journal of Marketing, 23: pp. 21-28
i.   Hasil Penelitian
Faisal Kasryno et al. 1981. Perkembangan Institusi dan Pengaruhnya terhadap Distribusi Pendapatan dan Penyerapan Tenaga Kerja: Studi kasus di Empat Desa di Jawa Barat, Bogor: Studi Dinamika Pedesaan.
j.  Kertas Kerja Diskusi Panel, Seminar dan Lokakarya
M. Damiri. 1993. “Perbankan di Indonesia, Suatu Tinjauan Era Deregulasi”, Makalah disampaikan pada Ceramah Deregulasi Perbankan di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perbanas Surabaya, Surabaya.
Tim Dosen STIE Perbanas Surabaya. 1994. “Upaya Pemerataan Pembangunan Melalui Sektor Moneter”, Makalah Pelengkap Seminar Perbankan, Surabaya.
k.  Bahan Tidak Diterbitkan (Mimeographed)
“Perkembangan Sektor Pertanian 1971/1972”. 1972. Jakarta: Departemen Pertanian. (Mimeographed)
l.   Skripsi, Tesis dan Disertasi
Ida Triwahyuni. 1994. “Pentingnya Analisis Umur Piutang dalam Hubungannya dengan Pengendalian Outstanding Freight di Divisi Feeder PT. Samudera Indonesia Surabaya”,  Skripsi Sarjana tak diterbitkan, STIE Perbanas Surabaya.
m.  Artikel dalam Ensiklopedia
Banta, Richard E., “New Harmony”, Encyclopedia Britanica (1968 ed.), Vol, 16, p. 305
n.    Wawancara
Burrows, Dr. Lewis. Personal Interview on Puerto Rican Workers in a New York City Hospital, Mt. Sinai Hospital, New York, N.Y., 3 Juni 1998.
o.   Terjemahan dari Pengarang Lain
Klinchin, A.I. 1957. Mathematical Foundations of Information Theory, diterjemahkan oleh Silverman, R.A. dan Friedman, M.D. New York: Dover.
p.  Internet
Rujukan dari Internet berupa Karya Individual
Donald, P., Harby, L. & Gary , W. 1998. A Study on Agricultural Area Online Journals, 193-1997: The Poverty among  the Rich, (Online), (http://journal.ccs.soton. ac.uk/ study.html, diakses 12 Juni 1998).
Rujukan dari Internet berupa Artikel dari Jurnal
Hartono. 1999. Peningkatan Kenerrja Buruh Perusahaan melalui Reward System. Jurnal Manajemen , (Online), Jilid 7, No. 3, (http://www.malang.ac.id, diakses 10 Mei 2000).
Segala kutipan atau salinan harus disebutkan nama penulisnya atau sumbernya.
Poin penilaian makalah adalah pada :
§  keaslian dari ide
§  kejujuran dan sportifitas penulisan (tidak banyak kutipan, dan mencantumkan referensi)
§  sistematika penulisan (kejelasan alur berpikir) antara judul, permasalahan, tujuan, pembahasan, simpulan dan saran.
§  kejelasan pengungkapan permasalahan
§  ketajaman analisis
§  kemanfaatan penulisan
sekian tentang cara menulis atau membuat makalah yang baik dan benar, semoga membantu.

Thursday, December 12, 2013

Pengertian dan Definisi Analisis

Pengertian dan Definisi Analisis

Pengertian dan Definisi Analisis 
Salah satu bentuk analisis adalah merangkum sejumlah data besar data yang masih mentah menjadi informasi yang dapat diinterpretasikan. Kategorisasi atau pemisahan dari komponen-komponen atau bagian-bagian yang relevan dari seperangkat data juga merupakan bentuk analisis untuk membuat data-data tersebut mudah diatur. Semua bentuk analisis berusaha menggambarkan pola-pola secara konsisten dalam data sehingga hasilnya dapat dipelajari dan diterjemahkan dengan cara yang singkat dan penuh arti.
 
 
Berikut ini adalah pengertian dan definisi analisis:
 
 Menurut KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA Analisis adalah penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan
 

Menurut  DWI PRASTOWO DARMINTO & RIFKA JULIANTY Analisis merupakan penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri, serta hubungan antar bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan
 
Menurut SYAHRUL & MOHAMMAD AFDI NIZAR Analisis berarti melakukan evaluasi terhadap kondisi dari pos-pos atau ayat-ayat yang berkaitan dengan akuntansi dan alasan-alasan yang memungkinkan tentang perbedaan yang muncul 
 
Menurut WIRADI Analisis adalah aktivitas yang memuat sejumlah kegiatan seperti mengurai, membedakan, memilah sesuatu untuk digolongkan dan dikelompokkan kembali menurut kriteria tertentu kemudian dicari kaitannya dan ditaksir maknanya.
 
Menurut KAMUS AKUNTANSI Analisis adalah melakukan evaluasi terhadap kondisi dari pos-pos atau ayat-ayat yang berkaitan dengan akuntansi dan alasan-alasan yang memungkinkan tentang perbedaan yang muncul
 
Menurut KOMARUDDIN Analisis adalah kegiatan berfikir untuk menguraikan suatu keseluruhan menjadi komponen sehingga dapat mengenal tanda-tanda komponen, hubungannya satu sama lain dan fungsi masing-masing dalam satu keseluruhan yang terpadu

Jenis – Jenis Statistik



                                               Jenis – Jenis Statistik

                                    Statistika dibedakan berdasarkan jenisnya menjadi dua yaitu : 
                                    Statistika deskriptif dan Statistika inferensia
1.      Statistik Diskriptif
Statistika deskriptif adalah statistika yang berkaitan dengan metode atau cara medeskripsikan, menggambarkan, menjabarkan atau menguraikan data. Statistika deskripsi mengacu pada bagaimana menata, menyajikan dan menganalisis data, yang dapat dilakukan misalnya dengan menentukan nilai rata-rata hitung, median, modus, standar deviasi atau menggunakan cara lain yaitu dengan membuat tabel distribusi frekuensi dan diagram atau grafik
Statistik deskriptif mengacu pada bagaimana menata atau mengorganisasi data, menyajikan, dan menganalisis data. Menata, menyajikan, dan menganalisis data dapat dilakukan misalnya dengan menentukan nilai rata-rata hitung dan persen / proposisi. Cara lain untuk menggambarkan data adalah dengan membuat tabel, distribusi frekuensi, dan diagram atau grafik (Sugiyono, 2006).

2.      Statistik Inferensial
Statistika inferensia adalah statistika yang berkaitan dengan cara penarikan kesimpulan berdasarkan data yang diperoleh dari sampel untuk menggambarkan karakteristik dari suatu populasi. Dengan demikian dalam statistika inferensia data yang diperoleh dilakukan generalisasi dari hal yang bersifat kecil (khusus) menjadi hal yang bersifat luas (umum).
Statistik inferensial adalah statistik yang berkenaan dengan cara penarikan kesimpulan berdasarkan data yang diperoleh dari sampel untuk menggambarkan karakterisktik atau ciri dari suatu populasi. Dengan demikian dalam statistik inferensial dilakukan suatu generalisasi (perampatan atau memperumum) dan hal yang bersifat khusus (kecil) ke hal yang lebih luas (umum). Oleh karena itu, statistik inferensial disebut juga statistik induktif atau statistik penarikan kesimpulan. Pada statistik inferensial biasanya dilakukan pengujian hipotesis dan pendugaan mengenai karakteristik (ciri) dari suatu populasi, seperti mean dan Uji t (Sugiyono, 2006).

Statistik infernsial terbagi atas dua bagian yaitu:
a)      Statistik Parametrik; yaitu teknik yang didasarkan pada asumsi bahwa data yang diambil mempunyai distribusi normal dan menggunakan data interval dan rasio
b)      Statistik Non-parametrik adalah jenis statistik inferensial yang tidak mengharuskan data berdistribusi normal dan jenis data yang digunakan adalah data nominal dan ordinal

Tuesday, December 10, 2013

Pengertian Statistik Deskiriptif, Inferensial, Parametrik dan non Parametrik

Pengertian Statistik Deskiriptif, Inferensial, Parametrik dan non Parametrik

a. Statistika Deskriftif

Statistik deskriftif adalah metode-metode yang berkaitan dengan pengolahan, pengumpulan, dan penyajian sekumpulan data sehingga dapat memberikan informasi yang berguna. Perlu kiranya dimengerti bahwa statistika deskriptif memberikan informasi hanya mengenai data yang dipunyai dan sama sekali tidak menarik kesimpulan yang lebih banyak atau penarikan kesimpulam secara keseluruhan (umum) karena statistik disini memperoleh data atau informasi yang terbatas. Ini terlihat bahwa hasil analisis data yang diperoleh masih sederhana dan bahkan sebagian besar analisis atau perhitungannya penyederhanaan atas data yang terkumpul saja.

b. Statistika Inferensial

Statistika inferensial merupakan bagian dari ilmu statistika yang selain mengolah, menyajikan data, juga melakukan penarikan kesimpulan dari pengolahan data yang diambil. Statistik inferensial merupakan pengembangan fungsi statistik. Bagian ini digunakan jika dalam penelitian tidak memungkinkan untuk mengadakan penghitungan atau pengamatan secara menyeluruh terhadap obyek yang akan diteliti. Dalam statistika inferensial, kesimpulan dapat diambil setelah melakukan pengolahan serta penyajian data dari suatu sampel yang diambil dari suatu populasi. 

Macam-macam dari statistika inferensial yaitu:
Statistika parametrik terutama digunakan untuk menganalisa data interval dan rasio, yang diambil dari populasi yang berdistribusi normal
Statistika non-parametrik terutama digunakan untuk menganalisa data nominal, dan ordinal dari populasi yang bebas distribusi 

Perbedaan statistik deskriftif dan inferensial :
statistik deskriftif adalah jenis statistik yang menganilisis populasi  dengan cara mendiskipsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul dan tanpa membuat kesipulan yang berlaku umum (generalisasi). Sedangkan statistik infrensial adalah jenis statistik yang menganalisis data sampel, dan membuat generalisasi ( diberlakukan secara umum ) pada populasi

Statistik infrensial kemudian dibedakan menjadi statistik parametrik dan non parametrik, Statistik parametrik mensyaratkan terpenuhinya banyak asumsi. yaitu asumsi tentang kenormalan data, homogen data dan datanya berupa interval atau rasio. Sedangakan non parametrik tidak memerlukan asumsi-asumsi diatas terpenuhi.
 

Thursday, December 5, 2013

Langkah-Langkah Penulisan Karangan Ilmiah

Langkah-Langkah Penulisan Karangan Ilmiah

Pengertian
Karya ilmiah atau karangan ilmiah atau scientific paper adalah sebuah laporan yang secara tertulis dan diterbitkan dengan memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau dalam sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan. Atau karya ilmiah ini dapat diartikan sebagai karangan yang mengungkapkan buah pikiran hasil pengamatan, dalam bidang tertentu dengan sistematika penulisan bersantun bahasa yang kebenarannya dapat dipertanggung jawabkan.
Menurut Munawar Syamsudin (1994), tulisan ilmiah adalah naskah yang membahas suatu masalah tertentu, atas dasar konsepsi keilmuan tertentu, dengan memilih metode penyajian tertentu secara utuh, teratur dan konsisten. Menurut Suhardjono (1995), tidak semua karya tulis merupakan karya tulis ilmiah. Ilmiah artinya mempunyai sifat keilmuan.
Adapum jenis karya ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium atau paper, artikel ilmiah, naskah publikasi, tugas akhir, skripsi, tesis, dan artikel jurnal yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan.
Adapun tahap-tahap dalam penyusunan karangan ilmiah
A. Tahap Persiapan
Di dalam tahap ini ada beberapa tahap yaitu :
  1. Menemukan masalah atau mengajukan masalah yang akan dibahas dalam penelitian (didukung oleh latar belakang, identifikasi masalah, batasan, dan rumusan masalah).
    Menentukan  Tema
    • Tema terbentuk berdasarkan satu topik yang akan dibahas. Topik haruslah berupa tesis.
    • Tema ditentukan lebih dahulu sebelum topik karena ruang lingkupnya lebih luas dan abstrak
    • Pokok masalah yang ditentukan sebelum menyusun karangan
    • Tesis adalah pernyataan yang didalamnya terdapat tema karangan
 Dalam pemilihan masalah/topik juga mempertimbangkan beberapa hal :
  • Harus topik yang paling menarik perhatian.
  • Terpusat pada segi lingkup yang sempit dan terbatas.
  • Memiliki data dan fakta yang obyektif.
  • Harus diketahui prinsip-prinsip ilmiahnya, meskipun serba sedikit.
  • Harus memiliki sumber acuan / bahan kepustakaan yang dijadikan referensi.
Dalam pembatasan topik/penentuan judul harus memperhatikan beberapa hal berikut :
  • Pembatasan topik harus dilakukan sebelum penulisan karya ilmiah.
  • Penentuan judul dapat dilakukan sebelum penulisan karya ilmiah / setelah penulisan karya ilmiah selesai. Penentuan judul karya ilmiah : pertanyaan yang mengandung unsur 4W+1H yaitu What (apa), Why (mengapa), When (kapan), Where (dimana) dan How (bagaimana).
  1. Menentukan Tujuan
    Dalam penulisan, tujuan merupakan pedoman dalam menyusun karangan maupun mencari bahan dan data yang diperlukan. Setiap penulis memiliki tujuan tertentu sehubungan dengan kegiatan menulisnya. Misalnya untuk mempengaruhi, meyakinkan, memberi informasi, menceritakan, dan sebagainya.
  2. Mengumpulkan Bahan/Data
    • Bahan dapat diperoleh melalui apa yang dilihat, didengar, dirasakan, dan dialami, dibantu dengan membaca dan daya khayal.
    • Bahan dan data yang sudah terkumpul diinventariskan dan diseleksi untuk disusun menjadi kerangka karangan.
  3. Mengembangkan kerangka pemikiran yang berupa kajian teoritis
    Kerangka karangan adalah Garis besar karangan yang memuat pokok pikiran.
    Disusun berdasarkan :
    • Urutanwaktu
    • Urutan peristiwa
    • Urutan penting
    • Urutan tidak langsung
    • Urutan tempat
    Fungsi dari membuat kerangka karangan :
    • Mempermudah dalam penyusunan karangan
    • Menyusun karangan secara teratur
    • Menghindari penggunaan kalimat atau pokok pikiran yang berulang
    • Miniatur dari seluruh karangan
    Pola Penyusunan kerangka karangan :
    Mengajukan hipotesis atau jawaban atau dugaan sementara atas penelitian yang akan dilakukan.
    • Pola Alamiah berdasarkan faktor alamiah
    • Pola Logis berdasarkan jalan pikiran
    Mengembangkan Kerangka Karangan
    Yang perlu diperhatikan adalah bahasa, susunan Isi, dan susunan pengutaraan.
  4. Hipotesis  perlu dikembangkan agar kita bisa memberikan jawaban sementara terhadap masalah yang kita angkat. Ini penting untuk kita lakukan agar kita bisa menyajikan berbagai alternatif pemecahan masalah yang kita hadapi. Hipotesis untuk kepentingan karya tulis ilmiah ini tidak harus dirumuskan secara formal seperti pada karya tulis penelitian. Fungsi utama hipotesis dalam karya tulis ilmiah ialah untuk mengarahkan imajinasi ilmiah kita agar bisa mengantisipasi apa yang akan terjadi jika kita berupaya memecahkan permasalahan yang kita hadapi dengan pendekatan-pendekatan tertentu.
  5. Metodologi (mencakup berbagai teknik yang dilakukan dalam pengambilan data, teknik pengukuran, dan teknik analisis data)
Adapun Tahap Pengumpulan data :
  • Pencarian keterangan dari bahan bacaan / referensi.
  • Pengumpulan keterangan dari pihak-pihak yang mengetahui masalah.
  • Pengamatan langsung (observasi) ke obyek yang akan diteliti. Percobaan di laboratorium/ pengujian di lapangan.
B. Tahap Penulisan
Tahap Penulisan merupakan perwujudan tahap persiapan ditambah dengan pembahasan yang dilakukan selama dan setelah penulisan selesai.
Sistematika Penulisan Karya Ilmiah

I. Bagian Pembuka

  • Cover
  • Halaman judul.
  • Halaman pengesahan.
  • Abstraksi
  • Kata pengantar.
  • Daftar isi.
  • Ringkasan isi.

II. Bagian Isi

II.1 Pendahuluan

  • Latar belakang masalah.
  • Perumusan masalah.
  • Pembahasan/pembatasan masalah.
  • Tujuan penelitian.
  • Manfaat penelitian.

II.2 Kajian teori atau tinjauan kepustakaan

  • Pembahasan teori
  • Kerangka pemikiran dan argumentasi keilmuan
  • Pengajuan hipotesis

II.3 Metodologi penelitian

  • Waktu dan tempat penelitian.
  • Metode dan rancangan penelitian
  • Populasi dan sampel.
  • Instrumen penelitian.
  • Pengumpulan data dan analisis data.

II.4 Hasil Penelitian

  • Jabaran varibel penelitian.
  • Hasil penelitian.
  • Pengajuan hipotesis.
  • Diskusi penelitian, mengungkapkan pandangan teoritis tentang hasil yang didapatnya.

III. Bagian penunjang

  • Daftar pustaka.
  • Lampiran- lampiran antara lain instrumen penelitian.
  • Daftar Tabel
C. Tahap Penyuntingan atau Evaluasi

Tahap penyuntingan dilakukan setelah proses penulisan dianggap selesai. Tahap penyuntingan ini bertujuan untuk :
  • Melengkapi yang kurang.
  • Membuang yang kurang relevan.
  • Menghindari penyajian yang berulang-ulang atau tumpang tindih (overlapping).
  • Menghindari pemakaian bahasa yang kurang efektif, misalnya dalam penulisan dan pemilihan kata, penyusunan kalimat, penyusunan paragraf, maupun penerapan kaidah ejaan.
Di samping itu penyajian juga merupakan tahapan penyuntingan. Teknik penyajian karya ilmiah harus memperhatikan:
  • Segi kerapian dan kebersihan.
  • Tata letak (layout) unsur-unsur dalam format karya ilmiah, misalnya halaman muka (cover), halaman judul, daftar isi, daftar tabel, daftar grafik, daftar gambar, daftar pustaka dan lain-lain.
  • Standar yang berlaku dalam penulisan karya ilmiah, misalnya standar penulisan kutipan, catatan kaki (foot note), daftar pustaka & penggunaan Bahasa Indonesia sesuai EYD.
Dalam petunjuk teknis penulisan atau pengetikan ini terdiri dari format Jenis dan Ukuran Kertas, Format Jenis dan Tipe Huruf, Pengaturan Ruang Ketikan (lebar margin halaman kertas) , Indensi serta Penomoran Halaman.
1. Jenis dan Ukuran Kertas dalam Skripsi dan Makalah Standar Jenis dan ukuran kertas yang digunakan dalam karya ilmiah terutama penulisan Skripsi dan makalah biasaanya menggunakan kertas HVS putih, dengan berat 80 gram, dengan ukuran A4 (lebar 21 cm serta panjang 29,7 cm)
2. Jenis dan Tipe Huruf
  • Jenis huruf yang biasa digunakan dalam membuat Skripsi dan Makalah yaitu Huruf Times New Roman dengan ukuran 11. Atau juga bisa menggunakan beberapa huruf lain selain times new roman yaitu huruf Book Antiqua ukuran 10, Arial ukuran 10 serta Tahoma ukuran 9.
  • Tinta yang digunakan dalam penulisan Karya Ilmiah Makalah dan Skripsi ini menggunakan warna hitam.
3. Format Pengaturan Ruang Ketikan dan ruang tepi (margin) dalam makalah, skripsi dan laporan Ruang ketikan adalah ruang yang disediakan pada kertaas pengetikan isi makalah / Laporan / Skripsi dan karya ilmiah lainnya. Sedangkan Ruang Tepi adalah ruangan di sekeliling ruang ketikan dan ruang tepi ini harus dikosongkan. Biasanya dikenal dengan lebar margin atas, bawah, kiri serta kanan. Berikut ini pengaturannya :
  • Format Penulisan Skripsi
    Ukuran Lebar Ruang Tepi Kiri (margin Kiri) : 2 Cm
    Ukuran Lebar Ruang Tepi Kanan (margin Kanan) : 2 Cm
    Ukuran Lebar Ruang Tepi atas (margin atas) : 2 Cm
    Ukuran Lebar Ruang Tepi bawah (margin bawah) : 2 Cm
  • Format Penulisan Makalah / Laporan Ilmiah lain
    Ukuran Lebar Ruang Tepi Kiri (margin Kiri) : 2,5 Cm
    Ukuran Lebar Ruang Tepi Kanan (margin Kanan) : 2,5 Cm
    Ukuran Lebar Ruang Tepi atas (margin atas) : 2,5 Cm
    Ukuran Lebar Ruang Tepi bawah (margin bawah) : 2,5 Cm
Perlu diperhatikan bahwa untuk di tepi margin kanan, baik dalam makalah, skripsi maupun laporan karya ilmiah lainnya jangan mengorbankan kaidah pemotongan kata.
4. Indensi
Indensi memiliki pengertian permulaan pengetikan baris pertama pada setiap paragraf baru.
Pengetikan paragraf baru dimulai pada ketukan ke-7.
5. Format Penomoran Halaman Karya Ilmiah, Makalah dan Skripsi
Penomoran halaman dilakukan pada seluruh halaman yang ada dalam makalah, skripsi serta laporan karya ilmiah lain mulai dari bagaian awal hingga lampiran, kecuali untuk lembar Judul, Lembar pernyataan, lembar pengesahan, lembar persetujuan serta lembar pengesahan tim penguji tidak perlu dilakukan penomoran. Adapun ketentuan penulisan nomor halaman adalah sebagai berikut :
  1. Nomor Halaman untuk bagaian awal ditempatkan ditengah bagian bawah halaman dengan menggunakan huruf Romawi kecil (misalnya : i, ii, iii, dst).
  2. Nomor halaman untuk bagian isi dan lampiran ditempatkan di sudut kanan atas setiap halaman dengan menggunakan angka arab ( misalnya : 1,2,3 dst), kecuali halaman yang membuat awal bab.
  3. Nomor halaman untuk bagian isi yang memuat awal bab ditempatkan ditengah bagian bawah halaman dengan menggunakan angka arab (misalnya 1,2,3, dst)
6 . Penulisan Kata Bilangan Pengejaan, Pemenggalan dan Penyingkatan Kata
  • Penulisan kata bilangan
    Semua kata bilangan dari satu sampai sembilan harus ditulis dengan huruf dan tidak boleh diikuti dengan angka dalam kurung. Demikian juga bilangan-bilangan kelipatan sepuluh sampai dengan seratus dan kelipatan seribu ditulis dengan huruf, misalnya : empat puluh, lima puluh, lima ratus, dan lima ribu. Ketentuan-ketentuan diatas berlaku untuk penulisan kata bilangan dalam uraian. Sedangkan untuk nomor rumah, tanggal, nomor telepon, bilangan dalam tabel, bilangan persentase dan nomor halaman, boleh ditulis dengan angka arab.
    Bilangan yang terdiri dari empat angka atau lebih ditulis dengan memberikan satu tanda titik menyekat ribuan dan jutaan, misalnya 7.450 , 25.550 , 6.333.059 sedangkan untuk bilangan desimal, digunakan tanda koma (,) sebagai penyekat berlaku. Sedangkan penulisan nama bulan harus dengan huruf.
  • Pengejaan, pemenggalan dan penyingkatan kata harus sesuai dengan kaidah tata bahasa yang berlaku.
7. Penandatanganan Lembar Persetujuan dan Pengesahan.
Format Penandatanganan Lembar Persetujuan dan Pengesahan biasanya melibatkan para penguji, pembimbing serta Ketua Fakultas, dekan atau kepala Jurusan / Program Studi. Ditulis dengan tinta berwarna hitam serta menggunaka kertas jeruk.
Kutipan
Pengertiannya Pinjaman kalimat atau pendapat dari seorang pengarang/seorang yang terkenal yang terdapat dalam sebuah buku Fungsinya :
  1. Sebagai landasan teori
  2. Memeperjelas permasalahan yang
  3. dibahas
  4. Memperkuat pendapat yang dibahas
Jenis kutipan
  1. Kutipan langsung
    kutipan pendek (kurang dari empat baris)
    kutipan panjang (lebih dari empat baris)
  2. Kutipan tak langsung
  3. Kutipan bervariasi
Cara mengutipan
  • Kutipan langsung yang kurang dari empat baris
  • Kutipan langsung yang lebih dari empat baris
  • Kutipan yang ditulis pada catatankaki
Catatan Kaki
Pengertian adalah semua keterangan yang berkaitan dengan uraian (teks) yang ditulis dibagian bawah halaman yang sama.
Tata cara membuat catatan kaki
  • Penomoran
  • Pengunaan singkatan
    Singkatan – singkatan itu adalah:
    • Ibid
    • Loc. Cit
    • Op. Cit
    Singkatan-singkatan yang lain:
    • C atau Ca dari Circa
    • Cap atau Chap dari Caput
    • Et al. Dari et aliii
    • Et seq dari et seqwens atau et seqwentes
Daftar Pustaka (Bibilografi)
Pengertian adalah sumber yang digunakan sebagai acuan saat menulis karya tulis. Fungsinya :
  1. Sebagai pertanggung jawaban penulis
  2. Penghargaan terhadap orang yang dijadikan sumber
  3. Indikasi bobot karangan yang dibuat
  4. Membantu pembaca yang tertarik mempelajari lebih lanjut
  5. Melengkapi catatan kaki
  6. Menjelaskan lebih lanjut tentang sumber pustaka
Penulisan Daftar Pustakaa
  • Buku
    nama pengarang
    tahun terbit
    judul buku
    tempat terbit
    nama penerbit
  • Majalah dan Surat Kabar
    Majalah:
    nama pengarang. tahunterbit. judulartikel. tanggal terbit. tempat terbit
    Antologi:
    nama pengarang. tahun terbit. judul buku. tempat terbit : nama penerbit
Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Karya_ilmiah
http://www.slideshare.net/
http://www.wayankatel.com/2012/09/cara-penulisan-karya-ilmiah-remaja-baikbenar.html
http://www.docs.google.com/
http://rhinii.wordpress.com/2012/12/03/langkah-langkah-penulisan-karangan-ilmiah/#comment-45

Monday, December 2, 2013

FORMAT PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH

FORMAT PENULISAN KARYA ILMIAH

Proposal tesis atau disertasi harus terdiri dari:
1. Latar Belakang Masalah.
       Bagian ini mengungkapkan sejarah, atau latar belakang dan segala seluk-beluk persoalan yang berkaitan dengan masalah, baik teoritis maupun gejala empiris yang menjelaskan mengapa masalah itu perlu diteliti;

2. Identifikasi dan Batasan Masalah.
      Bagian ini merupakan penjelasan tentang kemungkinan-kemungkinan cakupan yang dapat muncul dalam penelitian dengan melakukan identifikasi dan inventarisasi sebanyak-banyaknya kemungkinan yang dapat diduga sebagai masalah. Kemudian dilakukan pembatasan ruang lingkup permasalahan dalam rangka menetapkan batas-batas masalah secara jelas, sehingga mana saja yang masuk dan mana yang tidak masuk dalam masalah yang akan didekati dan dibahas;

3. Rumusan Masalah.
       Berisi pernyataan secara eksplisit pertanyaan-pertanyaan yang ingin dicari jawabannya melalui penelitian yang akan dilaksanakan. Hal ini dilakukan bila batasan masalah belum dapat mencakupnya;

4. Tujuan Penelitian.
       Tujuan ditekankan pada pengungkapan mengenai ruang lingkup dan kegiatan yang akan dilaksanakan dan dirujukkan kepada masalah yang telah dibatasi dan/atau dirumuskan;

5. Kegunaan Penelitian.
      Penjelasan mengenai nilai dan manfaat penelitian, baik dari sisi keilmuan-akademik, maupun dari sisi praktis dan/atau pragmatis;

6. Kerangka Teoritik.
      Penjelasan teoritis sebagai basis atau komparasi analisis dalam melakukan penelitian. Bahasan ditekankan pada penjabaran disiplin keilmuan tertentu sesuai dengan bidang penelitian yang akan dilakukan dan sedapat mungkin mencakup seluruh perkembangan teori keilmuan tersebut sampai perkembangan terbaru, yang diungkap secara akumulatif dan didekati secara analitis; 

7. Penelitian Terdahulu.
      Bahasan ditekankan pada penulusuran karya-karya dan penelitian dengan tema yang sama atau mirip pada masa-masa sebelumnya hingga saat penulisan proposal. Berdasarkan penjabaran tersebut, posisi penelitian yang akan dilakukan harus dijelaskan;

8. Metode Penelitian.
      Penjelasan metode yang akan digunakan dalam melakukan penelitian. Bahasan ditekankan pada metode yang sesuai dan benar-benar akan digunakan dalam penelitian/ pembahasan;

9. Sistematika Bahasan.
     Pengungkapan alur bahasan sehingga dapat diketahui logika penyusunan dan koherensi antara satu bagian dan bagian yang lain. Karena itu lebih ditekankan pada “mengapa” ditulis dan bukan “apa” yang ditulis;

10. Out line Penelitian.
     Rencana penelitian harus dilengkapi dengan out line penelitain secara garis besar, sehingga dapat dijadikan kerangka acuan untuk melakukan penelitian selanjutnya.

11. Daftar Kepustakaan Sementara.
      Bahan-bahan yang sampai penulisan proposal direncanakan akan dijadikan rujukan untuk penelitian dan penulisan perlu disebutkan dalam proposal. Melalui bimbingan, kuliah MKPD (jika diperlukan), dan lainnya tidak menutup kemungkinan ada tambahan sumber kepustakaan, atau boleh jadi pengurangan sumber yang telah tercantum.

Thursday, November 21, 2013

Cara Mudah Menyelesaikan TA, Thesis, Skripsi



Lengkap 10 Rahasia!! Cara Mudah Menyelesaikan TA, Thesis, Skripsi

TA-THESIS-SKRIPSI TA-Skripsi-Tesis atau apa aja namanya memang dianggap menjadi suatu yang menakutkan bagi mahasiswa, karena merupakan prasyarat akhir sebelum wisuda, sebenarnya kalau dicermati hal tersebut adalah mudah saja, hanya kita sudah menganggapnya sesuatu hal yang sulit untuk diselesaikan. Nah berikut akan dijelaskan langkah-langkah mudah bagaimana menyelesaikan TA-Skripsi-Tesis yang sebenarnya jika kita mau sedikit santai akan terasa mudah bahkan akan dapat mengembangkan wawasan anda apa arti penelitian lebih luas jika anda menikmatinya… langkah-langkah dan segala sesuatu hal yang diperlukan akan saya jelaskan sebagai berikut:
 

1. Jangan Terlalu Idealis dan Perfeksionis

Banyak mahasiswa yang ingin penelitiannya lain daripada yang lain dengan memaksakan idenya atau ingin skripsinya sempurna, hehehe mungkin ingin dianggap hebat dan lebih baik dari pada yang lainnya wajar kok.
Tapi biasanya mereka yang demikian ini cenderung kesulitan pada akhirnya dan menjadikan penelitiannya malah gak selesai. Jadi intinya biasa aja ambil aja topik atau kajian yang umum dan ringan-ringan aja, intinya anda memahami apa yang akan anda teliti, percuma kan anda meneliti tetapi anda tidak tau arah penelitian anda nantinya. Karena pada intinya yang namanya Ta-Skripsi-Thesis itu cuman pembelajaran untuk mempelajari fenomena yang terjadi ketika anda telah terjun ke lapangan, menjumpai temuan atau permasalahan dan menemukan cara menyelesaikannya. Kalau toh tetep ngeyel pengen menuangkan ide yang pikiran anda sendiri nantinya juga ga masalah kan, karena pada tahap awal anda sudah belajar melakukan penelitian yang mudah, sehingga tau bagaimana membuat suatu penelitian yang lebih baik. Hehe intinya setelah belajar yang mudah nanti yang sulitpun anda akan tetap bisa.

2. Mengambil Kajian Yang Sederhana
Ambil judul yang umum, jangan takut judul pasaran, yang penting anda menguasai latar belakang dan permasalahan dosen pasti akan berpikir dua kali untuk gak acc judul anda. Contoh ringan ambil aja judul yang ada di http://www.skripsi-gratis.co.cc/ ikuti ketentuannya agar mendapatkan proposal gratisnya. Ambil judul sembarang sesuai dengan kajian anda, kemudian pelajari proposal atau bab 1- 3 yang dikirimkan mulai pendahuluan, landasan teori dan metpennya. Cara mempelajari yang baik adalah dengan rileks dan santai umpamakan aja anda sedang membaca buku, novel atau komik kesukaan anda. Jadi ketika anda membaca buku, novel atau komik kesukaan anda ketika ditanya jalan cerita anda bisa menjelaskannya dengan mudah karena anda rilek dan menyukai, nah kenapa membaca skripsi tidak seperti itu hehehehe kan ntar kalau ditanya tentang skripsi yang anda tulis anda pasti bisa menjelaskannya, nggak perlu belajar lagi kan. Klo anda ambil topik yang sulit meski anda tertarik kadang masih kesulitan memahami dan sulit juga dalam mencari teori, belum lagi lagi pasti banyak revisi yang bikin pusing dijamin dech ga bakal cepet kelar tuch penelitian.

3. Menjalin Komunikasi Dengan Pembimbing (Dosen)
Sebenarnya klo mau jujur ga ada dosen pembimbing yang mempersulit mahasiswa bimbingannya, yang ada hanya mahasiswa yang merasa dipersulit, kenapa? Penyebab utamanya biasanya adalah kita kurang menguasai bahan atau topik penelitian kita, sehingga ketika ditanya mahasiswa dianggap kurang bisa menjelaskan, tentunya dosen menganggap hal ini akan mempersulit mahasiswa nantinya dalam mempertanggungjawabkan hasil penelitiannya, nah akhirnya dosen memberikan saran atau revisi agar lebih mudah..hehehe. Tapi uniknya karena kebanyakan mahasiswa hanya ya…pak, ya…bu akhirnya mereka merasa kesulitan sendiri, karena kebanyakan juga mereka ngga ngerti apa yang dimaksudkan dosen pembimbing, nah disini mahasiswa merasa dipersulit. (Lagian klo di logika mana ada dosen yang suka mahasiswanya bimbingan ga selesai2 mending kan cepet selesai trus ngerjain yang lain ya …kan).

4. Jangan Pernah Takut Rumus Atau Angka
Kalau yang ini khusus buat mahasiswa ekonomi dan fisip aja kali, hehehe soalnya jarang jg penelitian hukum pake rumus. Artinya ketika akan menentukan judul sebenarnya lebih mudah yang pake metode kuantitatif daripada kualitatif, soalnya dengan kuantitatif peneliti atau mahasiswa sudah punya hasil analisis dalam bentuk angka yang sudah dihasilkan dari hasil penelitiannya nah tinggal menjelaskan aja kan, klo kualitatif wah kita harus pandai2 mengarang, soalnya pertanyaan bisa lebih bermacam-macam.
Contohnya begini: Dari judul skripsi kuantitatif seperti “Analisis Pengaruh Bauran Promosi Terhadap Penjualan” dari judul itu paling kita hanya menjelaskan seberapa besar aja pengaruh bauran promosi terhadap penjualan. Dan hasil seberapa besar itu dah ada di hasil analisis kita, kita juga hanya menjelaskan ada pengaruh apa tidak yang hasil dan kriteria ada atau tidaknya sudah ada di skripsi kita.
Klo judulnya kualitatif seperti “Pelaksanaan promosi terhadap penjualan ptX” wah permasalahannya bisa ribet kita harus paham benar pelaksanaan promosi yang baik, kurangnya dimana, kita harus ngapain hehe dan berbagai macam pertanyaan yang lainnya.
Masalah rumus santai aja, kenapa kita ngga pernah takut ketika kita tau kalau rumus luas adalah panjang x lebar, atau rumus segitiga setengah alas x tinggi, nah kenapa kita sekarang takut klo rumus mencari pengaruh adalah dengan menggunakan regresi y = a + bx (rumus regresi sederhana), rumus cari hubungan adalah korelasi, atau berbagai macam rumus lainnya, Nah sebenarnya kan sudah bisa dijelaskan klo rumus ya rumus ga mungkin kita disuruh menjelaskan kenapa rumus luas itu panjang x lebar ia kan.
Gampangnya rumus itu kaya alat ngolah data aja supaya tau hasilnya, dapat kita terjemahkan umpamanya ada ikan dan kita ingin ikan masak, maka untuk menggoreng ya pake penggorengan, untuk merebus ya pake panci, untuk membakar ikan tersebut ya harus pake panggangan, tidak mungkin kita merebus dengan minyak goreng dan penggorengan, tidak mungkin kita ingin ikan bakar tapi kita masukkan ikan tersebut kedalam air mendidih, sama seperti alat masak tadi, rumus juga alat kenapa takut…

5. Pahami Tahap Penyusunan Penelitian
Biar penelitian cepat selesai sebenarnya kita hanya perlu belajar tentang tahapan penyusunan aja mulai pendahuluan sampai kesimpulan, memang lain lain kampus lain pula cara atau format penulisannya tapi pada intinya sama. Adapun tahapan yang umum dari penulisan ta-skripsi-thesis adalah sebagai berikut:

Pendahuluan

Bab ini berisi latar belakang kenapa kita mengambil judul, secara umum menggambarkan secara singkat tentang topik yang akan kita bahas. Selanjutnya adalah permasalahan/masalah penelitian dimana dari latar belakang tadi kita mengemukakan permasalahan yang ada untuk diselesaikan, kemudian ada tujuan penelitian dimana dalam sub bab ini kita mengemukakan tujuan yang pada intinya tujuan merupakan gambaran dari permasalahan yang harus kita selesaikan jadi masalah dan tujuan harus sinkron atau mudahnya tujuan pada intinya ya harus menyelesaikan masalah. Selanjutnya adalah manfaat atau kegunaan penelitian dimana dalam sub bab ini biasanya menjelaskan manfaat dari penelitian yang kita lakukan. Biasanya manfaat ini terbagi atas manfaat praktis dan teoritis, tetapi ada juga yang menggunakan model menunjukkan kegunaan manfaat bagi penulis, perusahaan, dan peneliti lain. Tetapi pada intinya sub bab manfaat penelitian ini harus mampu menunjukkan apa manfaat penelitian yang dilakukan ini ke depan. Dan biasanya ada yang ditambahkan dengan sistematika penulisan, yang berisi bentuk kerangka penulisan kita mulai dari pendahuluan hingga penutup.

TEORI DAN HIPOTESIS
Selanjutnya setelah menjelaskan pendahuluan, maka suatu penelitian yang baik harus didasari oleh teori-teori yang baik pula, mudahnya kita tidak bisa dengan mudah mengambil suatu judul misal “pengaruh bauran promosi terhadap penjualan pt.x” tanpa kita menjelaskan apa arti bauran promosi, apa arti penjualan dll. Nah disinilah pentingnya bab landasan teori, kerangka teori, tinjauan pustaka atau apapun namanya diperlukan dalam suatu skripsi atau thesis. Hal tersebut dikarenakan dalam bab ini akan menjelaskan definisi dari sesuatu (variabel-variabel) yang akan kita teliti sesuai dengan pendapat para ahli yang telah ahli di bidangnya dalam bentuk literatur atau buku penunjang. Setelah menjelaskan masing-masing akhirnya kita dapat menentukan hipotesis/dugaan (untuk penelitian menggunakan hipotesis) atau bahasa mudahnya setelah kita membaca dan menyajikan teori dari para ahli kemudian kita menduga, nah adanya dugaan ini kita sesuaikan dengan permasalahan dan tujuan dari penulisan. Misalnya kalau tujuannya berisi “untuk menganalisis pengaruh secara bersama-sama” tentu saja hipotesis atau dugaannya adalah “diduga ada pengaruh secara bersama sama” demikian seterusnya.

METODE PENELITIAN
Dalam bab ini berisi urutan atau tata cara dalam membuktikan dugaan/hipotesis yang ada. Biasanya berisi variabel yang kita teliti, lokasi, populasi sampel, sumber data, teknik pengumpulan data dan setelah data kita peroleh, tentu saja yang terakhir adalah cara kita mengolah data tersebut sesuai permasalahan, tujuan dan hipotesis yang ada, dimana dikenal dengan Teknik Analisis Data. Dalam Teknik analisis data kita sesuaikan apakah pakai kuanti atau kuali, kalau kuanti pake rumus apa, dan juga apa kriterianya. (Makanya rumus cuman alat untuk mencari hasil saja)

HASIL DAN PEMBAHASAN, KESIMPULAN
Bab ini berisi temuan dilapangan dan dengan menggunakan metode penelitian dan teknik analisis yang telah dijelaskan akan disajikan hasil penelitian dan selanjutnya dibahas apa hasilnya sesuai dengan permasalahan, tujuan dan hipotesis yang telah dikemukakan sebelumnya, nah selanjutnya tinggal dibuat kesimpulanya dimana kesimpulan ini juga harus sesuai dengan permasalahan, tujuan dan hipotesis yang telah dikemukakan. NAH MUDAH BUKAN!!

6. DAFTAR PUSTAKA (JANGAN TAKUT MEMODIFIKASI ISI SKRIPSI)
Seperti ketika kita kesulitan untuk mencari bahan literatur yang baru, santai aja ganti aja literatur tahun lama dengan tahun yang baru, lagian pasti kalau judul pengarangnya sama pasti isinya juga sama cuman beda halaman aja, yang penting biar ga ketahuan ganti juga daftar pustakanya. Dari pengalaman saya sejak tahun 1998-2008 dalam membuat skripsi jarang juga dosen yang cek sampai detail paling 5 dosen dari 100 mahasiswa. (dalam 1 semester 40-50 orang mahasiswa yang saya bantu). Kalau masalah kesulitan data modifikasi aja tahunnya jadi yang terbaru (untuk data-data tertentu aja yang ga bisa dimodifikasi misalnya yang berkaitan dengan saham atau pemerintahan tapi kalau u yakin jg ga masalah yang penting bisa menjelaskan)

7. JANGAN MELIHAT HASIL TEMAN
Jangan pernah membandingkan hasil penelitian anda dengan hasil teman anda, yang ada anda hanya akan bingung karena belum tentu metode teman sama dengan punya anda, yang penting anda belajar dan yakin aja punya anda yang terbaik.

8. PERHATIKAN WAKTU BIMBINGAN
Sekiler apapun pembimbing menurut anda tapi kalau anda memilih waktu yang tepat pasti anda akan dibimbing dengan benar, artinya kita juga harus memperhatikan saat akan bimbingan dosen lagi sibuk apa nyantai, nah misalnya dengan menanyakan apakah dosen pembimbing ada waktu, soalnya kalau mereka pas lagi sibuk2nya ya jangan salah kan kalau dibaca sekilas ya mending kalau di acc tapi kalau dicoret2 dan kita ngga sempat diskusi payah kan. .

9. JANGAN TAKUT DEADLINE
Ini biasanya penyakit mahasiswa yang takut ketika teman selesai dan adanya deadline dari kampus, ini malah bikin konsentrasi anda buyar dan skripsi malah bisa ga selesai atau bisa selesai tapi biasanya ga maksimal, klo ada dealine dari kampus pastikan sendiri kebenarannya dan anda tetap tenang aja, soalnya belajar dari pengalaman jarang kampus yang kegiatannya sesuai kalender akademik Doain aja molor.

10. JANGAN PERNAH MEMPREDIKSI PERTANYAAN WAKTU UJIAN
Sudah bukan rahasia umum lagi saat akan mendekati ujian anda pasti berpikir besok ditanya apa ya? Apa lagi tanya teman yang sudah ujian dulu wah jangan itu bikin pikiran, mending mulai sekarang saya ajari memprediksi secara tepat bahwa yang akan ditanya waktu ujian ya bab pendahuluan sampai kesimpulan ya kan…. Nah makanya konsentrasi aja belajar biar ilang rasa takut besok ditanya apa.

Tuesday, November 19, 2013

CARA CEPAT DAN MUDAH MEMBIKIN SKIRPSI


CARA CEPAT DAN MUDAH MEMBIKIN SKIRPSI  

          Apakah anda sudah tahu, apa itu skripsi ? Bagi yang belum tahu maka saya jelaskan secara singkat. Skripsi adalah sebuah tugas akhir yang wajib dikerjakan oleh Mahasiswa guna mendapatkan gelar sarjana. Dalam menyusun skripsi ada banyak kendala yang menghambat kemulusan dalam penyelsainya, yang paling besar adalah rasa malas.
         Sebelum kita masuk ke pembahasan cara membuat skrispsi dengan cepat dan mudah maka saya akan gambarkan sekilas tentang seluk beluk yang ada dalam sistematika penulisan skripsi. Skripsi adalah sebuah karya ilmiah yang disusun dengan bahasa dan format yang sesuai dengan penyusunan karya ilmiah seperti biasanya, menggunakan kata-kata baku, daftar pustaka, daftar table, gambar  dan lain-lain. Dalam menyusun skripisi yang teridiri dari Lima BAB. Yaitu Bab 1 sampai 5 dimana dalam setiap bab memiliki bagian-bagian bahasan yang berbeda mulai dari pendahuluan sampai kesimpulan dan saran.

       Membuat skripsi adalah kewajiban bagi anda yang ingin mendapatkan gelar starata satu atau S1. Namun tidak semua mahaiswa mampu menempuhnya dengan cepat seperti halnya penulis. Kondisi ini bisa disebabkan oleh bnyak faktor mulai dari Malas, Sakit, Cuti dan Nilai belum keluar.
Dalam pembahsan ini penulis ingin membatasi permasalahan seputar Cara, Tips dalam Menyusun skripsi dengan cepat dan Mudah.

       Jika kita belajar dari pengalaman banyak sekali Mahsiswa mengeluh dalamm menghadapi skripsi, bahkan banyak diantara mereka menyewa jasa pembuatan skripsi dengan bajed jutaan rupiah. Baiklah sekarang kita masuk pada pembahsan cara Membuat skripsi dengan Cepat dan Mudah, 
Berikut langkah-langkahnya.

Persiapkan Kesehatan anda
       Unsur ini yang paling utama, inilah sebab musababnya saya lulus lama dalam menempuh gelar S1. Sungguh pedih nasib saya waktu itu, ketika menjelang smester tua malah jatuh sakit sampai berbulan-bulan, al-hasil tidak dapat mengikuti ujian smester dan harus mengulang kuliah tahun depan disisi lain para sahabat saya sudah pada lulus dan sekarang sudah bekerja menjadi guru. Jadi jangan sampai nasib saya ini menimpa anda para pembaca blog ini.

Ajukan Judul Secepatnya

         Ini adalah langkah yang lumayan penting juga, karena berbeda jurusan dan fakultas rata-rata sistemnya berbeda. Mengajukan judul paling awal akan membantu anda lebih cepat dalam mengerjakan skripsi, karena pengjuan judul perdana pasti akan ditolak, jika ditolak maka ajukan yang ke dua, tiga dan seterusnya dengan catatan anda harus meminta saran pada dosen anda kenapa dia menolak dan yang seharusnya seperti apa.

Perkaya Refrensi
       Hal ini berkaitan dengan kemudahan anda dalam mengerjakan skripsi. Judul skripsi yang memiliki refrensi banyak akan cendrung mudah dalam proses pengerjaanya, karena sumber-sumber untuk daftar pustaka cepat ditemukan selain itu carilah contoh judul yang hampi mirip dengan judul skripsi anda. Ini bisa dilakukan dengan menyambangi Perpustakaan. Jika sudah ketemu maka tinggal di Copy Paste saja, toh ada sumbernya, gak mungkin dosen anda protes.

 Rajin Refisi dan Bimbingan
        Ini kunci suksesnya, ketika judul anda sudah di ACC maka langkah yang paling penting adalah rajin menghubungi dosen anda untuk meminya bimbingan. Percuma jika skripsi anda sudah dikerjakan capek-capek tanpa proses bimbingan. Dalam proses bimbingan ini biasanya berlangsung selama 3 sampai 4 kali koreksi dan itu wajar.

Gunakan sistem Kebut sehari
         Ini adalah model yang saya terapkan pribadi. Jika anda mau tau caranya baikalh kita kupas dalam tulisan ini. Ketika teman-teman saya sudah berhari-hari mengerjakan skripsi bahkan sampai bermingu-minggu, dengan jarak tempuh baru sampai bab II. Disisi lain saya menempuh jalan baru, simple dan berhasil.
Begini kisahnya : Saya waktu itu mengajukan judul, kemudian di ACC, dan lusanya saya mulai mngerjakan sampai paginya saya bisa menmpuh sampai BAB III sungguh fantastis bukan ? Inilah caranya, Cari soft file skripsi, tesisi, makalah,pdf yang berkaitan dengann judul Skripsi anda,kemudian ikuti tata cara penulisanya tanpa memikirkan daftar pustaka.

Beberapa Kesalahan Umum dalam Pembuatan Makalah

Beberapa Kesalahan Umum dalam Pembuatan Makalah  sebagai berikut:

Tata Tulis dan Kerapian

1. Format Penulisan

Tugas wajib ditulis dengan menggunakan format IEEE yang terdiri dari dua kolom, font Times New Roman dengan ukuran 10 untuk isi, spasi 1 untuk antar kalimat, dst. Namun demikian masih ditemukan beberapa pekerjaan yang tidak menggunakan format tersebut sehingga dengan mudah dapat dikenali misalnya dari penggunaan font yang berbeda, ukuran font dan spasi antar kalimant yang tidak sesuai, dll.

2. Penulisan Paragraf

Beberapa mahasiswa membangun paragraf terkesan tanpa perencanaan. Hal ini terlihat dari paragraf-paragraf yang ditulis hanya dengan satu kalimat saja. Paragraf seharusnya terdiri dari beberapa kalimat yaitu kalimat utama dan kalimat penjelas. Selain itu, koherensi antar kalimat perlu dibangun supaya setiap paragraf membentuk sebuah cerita yang runut.

Sebuah paragraf berkesan komprehensif pembahasannya yang ditunjukkan dengan banyaknya kalimat dalam suatu paragraf. Namun setelah dibaca ternyata paragraf tersebut kurang bermakna/berbobot.

3. Penulisan Kalimat

Ditemui kalimat yang tidak mengandung unsur dasar S-P (Subyek dan Predikat), sehingga tidak layak untuk disebut sebagai suatu kalimat yang merupakan bagian dari sebuah paragraf. Juga ditemukan sebuah kalimat yang terlalu panjang yaitu 11 baris sehingga malah membuat pembaca kesulitan menangkap makna kalimat tersebut. Berapa ya jumlah kata maksimum dari sebuah kalimat pada umumnya?

4. Penulisan Kata

Dijumpai penulisan kata yang salah, di antaranya adalah standart, dintentukan, layananan, objek, dst.

Tips: Setiap peserta agar saling bertukar pekerjaan dengan rekannya untuk memeriksa pekerjaan masing-masing, sehingga kesalahan penulisan kata akan dapat diminimalisir.

5. EYD

Kesalahan penggunaan tanda baca dapat ditemukan di hampir setiap pekerjaan mahasiswa, khususnya penggunaan tanda titik, tanda koma, dan tanda titik koma. Kesalahan penggunaan tanda spasi merupakan kesalahan yang paling banyak ditemukan. Seyogyanya mahasiswa mempelajari kembali EYD Bahasa Indonesia. Beberapa kesalahan adalah sebagai berikut:

    “disini”, seharusnya “di sini”
    “sebagai berikut : “, seharusnya “sebagai berikut: “
    “disamping”, seharusnya “di samping”

Penggunaan istilah asing juga perlu dikurangi sehingga tidak dijumpai banyak kata yang ditulis dengan huruf miring (italic). Misalnya kata “di-update” dapat diganti dengan “diperbaharui”, “system” diganti “sistem”, “computer” diganti “komputer”, dst.

6. Kerapian Penulisan

Kerapian penulisan merupakan hal yang sangat penting di dalam penulisan dokumen ilmiah. Beberapa kesalahan yang ditemukan:

    Beberapa paragraf di dalam satu karangan tidak menggunakan rata kanan dan kiri (justify
    Penggunaan spasi antar kalimat yang berbeda-beda antara paragraf yang satu dengan paragraf yang lain
    Penggunaan spasi antar paragraf yang berbeda-beda

Etika Penulisan

Tulisan ilmiah mutlak dilengkapi dengan daftar referensi yang digunakan sebagai acuan dalam membangun isi tulisan.

1. Penggunaan Kutipan

Sebuah paragraf paling tidak terdiri dari sebuah pokok pikiran yang dituangkan ke dalam kalimat inti dan diikuti dengan kalimat-kalimat penjelas. Kalimat penjelas dapat berupa fakta atau argumen. Fakta/argumen yang diambil dari hasil karya orang lain harus dilengkapi dengan kutipan dari sumber yang tertera dalam daftar referensi.

Penulis harus menuliskan kembali fakta/argumen dari sumber lain dengan cara menulis dengan bahasa sendiri dan harus setepat mungkin. Tidak boleh ada bagian inti dari fakta/argumen sumber yang dihilangkan.

2. Penggunaan Gambar/Grafik/Tabel

Gambar atau Grafik atau Tabel yang diambil idenya dari sumber lain tidak boleh di-copy paste. Penulis harus menggambar/membuat sendiri dan diberikan kutipan dari sumber.

Tahap-tahap Penyusunan Makalah

Tahap-tahap Penyusunan Makalah

1.   Persiapan
a. Mengumpulkan dan membaca buku-buku untuk memilih dan menentukan topik;
b. Membaca buku-buku untuk memperluas pengetahuan yang berhubungan dengan topik yang telah terpilih 
    mengembangkan kerangka makalah

2.   Penulisan
      Kegiatan pengembangan kerangka makalah menjadi sebuah makalah

3.  Pemeriksaan (Revisi)
     Pemeriksaan terhadap isi dan penggunaan  kata, kalimat, ejaan, dan tanda baca

Pertimbangan dalam Memilih Topik
   Topik harus bermanfaat;
    Menarik dan sesuai dengan minat penulis;
    Topik harus dikuasai penulis;
    Tersedia sumber-sumber informasi dan bacaan
Contoh :
Topik                   :     Pemerintahan
Pembatas             :    Pemuda sebagai Calon Pemimpin
Topik Karangan   :     Pemuda sebagai Calon Pemimpin Pemerintahan Masa Depan
Judul Karangan   :     Pemuda sebagai Calon Pemerintahan Masa Depan

KERANGKA MAKALAH

BAB I   PENDAHULUAN
1.1   Latar Belakang
1.2   Permasalahan
1.3   Tujuan
1.4   Metode Pengumpulan Data
1.5   Sistematika
BAB     II          PEMBAHASAN
BAB III             PENUTUP
3.1   Simpulan
3.2   Saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB I 
PENDAHULUAN

Latar Belakang
-      Pada bagian ini diungkapkan hal-hal yang melatarbelakangi pembuatan makalah atau Makalah.
-      Bagian ini mengungkapkan landasan pemikiran pemilihan judul atau permasalahan yang akan ditulis.
Contoh :
1.1   Latar Belakang
Pemilihan Umum merupakan kebutuhan bagi seluruh warga. Apalagi bagi bangsa Indonesia yang menganut asas demokrasi dalam pemerintahan.
Pada usia tertentu, 17 tahun ke atas, warga negara mempunyai hak dan  kewajiban ikut serta dalam pemilihan umum. Sampai sejauh mana pemilihan umum di Indonesia dilaksanakan, hal itulah yang akan diungkapkan dalam Makalah ini.
Tujuan
Bagian ini mengungkapkan tujuan yang ingin dicapai melalui Makalah tersebut. Contoh :
1.2  Tujuan
Sebagai warga negara dari sebuah negara yang demokratis, kita sepatutnya memiliki pemahaman tentang pemilihan umum. Makalah ini disusun dengan tujuan untuk memperoleh gambaran yang memadai tentang sistem pemilihan umum di Indonesia. Di samping itu, Makalah ini disusun untuk melengkapi syarat mengikuti ujian akhir yang diwajibkan bagi siswa kelas           III SMP.

 Pembatasan Masalah
-      Bagian ini mengungkapkan cakupan masalah yang akan dibahas. Masalah yang terlalu luas harus dibatasi supaya pembahasan lebih terfokus.
-      Pembatasan juga dapat berisi penjelasan tentang peristilahan yang digunakan dalam Makalah.
      Contoh :
1.3  Pembatasan Masalah
Masalah pemilihan umum sangatlah luas dan kompleks. Agar pembahasan lebih terarah, karya           tulis ini hanya membahas aspek sistemnya. Supaya tidak timbul kesalahpahaman, perlu kiranya dijelaskan pengertian  berbagai istilah yang digunakan dalam Makalah ini.

Metode Pengumpulan Data
- Bagian ini menjelaskan berbagai teknik yang digunakan dalam pengumpulan data untuk penyusunan 
   Makalah tersebut.
- Pengumpulan data dapat dilakukan melalui pengamatan, angket, wawancara, dan membaca buku. Contoh :
1.4   Metode Pengumpulan Data
Data yang dikemukakan dalam Makalah ini diperoleh melalui berbagai berbagai cara. Pertama, dengan membaca buku-buku sumber yang ada hubungannya dengan pemilihan umum. Kecuali buku, ada juga majalah, koran , dan berbagai brosur terbitan Lembaga Pemilihan Indonesia (LPI). Di samping itu, data juga diperoleh melalui wawancara dengan narasumber berkompeten.

Sistematika Penulisan
Pada bagian ini penulis dapat menjelaskan urutan bab demi bab.
Contoh :
1.5   Sistematika Penulisan
Makalah disusun dengan urutan sebagai berikut :
Bab I Pendahuluan, menjelaskan latar belakang, tujuan, pembatasan masalah, metode pengumpulan data, dan sistematika penulisan.
         

PENULISAN  ANGKA HALAMAN MAKALAH

Penulisan halaman isi, yang mencakup Bab I sampai Daftar Pustaka menggunakan angka Arab, yaitu 1,2,3,4,5 dan seterusnya. Letak angka halaman ini semuanya di kanan atas, kecuali pada halaman bab.

DAFTAR PUSTAKA
Daftar Pustaka   :   Daftar yang berisi buku, makalah, artikel, dan bahan bacaan lainnya yang dikutip atau digunakan sebagai sumber informasi dalam penulisan makalah.
 Hal-hal yang diinformasikan dari sebuah buku dalam penulisan daftar pustaka, meliputi: (a) nama pengarang, (b) tahun penerbitan, (c) judul dan subjudul (jika ada), (d) tempat penerbitan, (e) nama penerbit.

CARA MENULIS DAFTAR PUSTAKA 
Jika nama pengarang terdiri atas dua kata, kata kedua harus didahulukan. Misalnya, Amin Santoso ditulis Santoso, Amin. Di belakang nama diberi tanda titik (.). Nama gelar tidak perlu dicantumkan. Tahun terbit buku diakhiri tanda titik (.) Judul buku dan subjudul (kalau ada) ditulis miring atau diberi garis bawah per kata dan diakhiri tanda titik (.) Kota penerbit diakhiri tanda titik (.) Nama penerbit buku diakhiri tanda titik (.)

Contoh :
Aminuddin. 1987. Pengantar Apresiasi Sastra. Bandung: Sinar Baru.
Badudu, J.S.1981. Membina Bahasa Indonesia Baru. Seri 1, 2, 3. Bandung : Pustaka Prima.
………. . 1981. Kamus Ungkapan Bahasa Indonesia. Cetakan ke-9. Bandung : Pustaka Prima.
Moeliono, Anton M., dkk. 1988. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta : Depdikbud.
Wijaya, Marlina dan Euis Honiatri. 1997. Intisari Tata Bahasa Indonesia untuk SLTP. Bandung :  Pustaka Setia.